border

border

Selasa, 21 Desember 2010

hanya untuk ema tercinta

Tanggal 12 juli  lahirlah seorang anak perempuan bernama safira yasmin, dari rahim seorang wanita yang bernama ine marliyana . Tepat pukul 16.45 aku anakmu lahir kedunia. Dengan susah payah kau melahirkan ku sehingga akhirnya lahir. Tapi aku tidak lahir secara normal melainkan  menggunakan cara vacum. Karena akunya susah untuk keluar. sehingga ibu jadi susah mengejan.

Setelah aku cari artikel tentang vacum Ternyata ,melahirkan  dengan  cara vacum, resiko pendarahan dan kematiannya   sangat tinggi. uda gitu belum efek efek sesudah melahirkannya .  aku kalo lagi ngebayangin suka ngeri terkadang suka nangis sendiri. susah susah ibu melahirkan aku ,  tapi balasan dari  anaknya hanya menyusahkan membuat dia setress, dan menangis. Karena memikirkan kelakuan anaknya yang susah di atur.

Aku bersyukur kepada allah karena ibu sampai hari ini masi ada setia  menemani hari hariku. yang mungkin berat tapi dia tetep senyum.
ibu dan ayah adalah
-orang  yang rela dirinya kelaparan hanya untuk anaknya makan, dan rela sakit hanya demi anaknya sehat.
-orang yang rela keringatnya kering demi menghidupi anaknya.

Aku inget waktu dulu aku sering sakit sakitan. Sakitnya bukan sakit yang sepele. Melainkan penyakit yang parah. Sehingga harus mengikuti pengobatan selama 2 tahun. Dan dalam waktu tersebut aku harus minum obat setiap hari. Bisa dibayangkan mungkin uang yang dikeluarkan pun tak sedikit., dan tak jarang mereka pun sering kekurangan dana untuk membeli obat.  Pada saat aku bosan minum obat.
Dia hadir untuk membujuk aku agar mau minum obat.

Pada waktu kecil aku pernah sakit panas dan pada saat itu nggak ada motor dan ayah lagi kerja. Akhirnya ibu malam-malam pergi ke apotek jalan kaki hanya demi aku. Hanya demi aku walaupun mengancam kesehatan dirinya. dan jika di pikir pikir bertapa durhakanya aku membiarkan seorang ibu pergi malam-malam hanya demi aku.

6 kata aku sebut "AKU sayang IBU"  
aku sayang ibu aku sayang ibu, berkali kali aku sebut sebut seakan akan aku adalah anak paling berbakti.  
aku sayang ibu aku sayang ibu, berkali-kali aku sebut sebut  seakan akan aku sering menyenangkan hatinya.
aku sayang ibu aku sayang ibu, berkali-kali aku sebut sebut seakan akan aku telah membuat nya bangga..

jujur ,   kalo ibu ngatur-ngatur  dan kalo beda pendapat  , sumpah betee. pengen marah-marah. dan pastinya aku bakal ngelawan sampe-sampe  adu mulut. 
nggak jarang  sering marah marah karena yang kulakukan hanya diam berjam-jam hanya untuk OL di depan komputer . sedangkan untuk ngebantu ibu walau sebentar aku pasti menggerutu.
jika ibu ngomel ngomel pasti didalem hati aku juga ikut ngomel ngomel. karena nggak tahan sama omelannya.
i know aku lebih banyak bandelnya, daripada nurutnya. 
Mungkin hati mu sakit ketika  melihat  kelakuan aku dan adik-adikku yang sering bertengkar karena hal sepele,   melihat aku anak sulung mu yang sangat bodoh dalam pelajaran.  nggak pernah bisa untuk mencontoh hal-hal yang baik untuk adek adeku. Dan nggak bisa menjadi seperti yang kau harapkan.

dalam lamunan aku sering berfikir dan disertai kucuran air mata . kalo ibu meninggal mungkin saja di akhirat nanti aku tidak bisa bertemu dengan ibu lagi. dan jika sampai detik ini, jika aku masi tetep dalam kondisi seperti  ini. yang sering ngebangkang sama ibu. kapan lagi saya bisa menyenangkan hatinya
aku takut kalo aku hanya bisa menangis menyesali segalanya karena terlambat untuk membuatnya bangga akan apa yang ada di diriku,dan senang akan apa yang aku perbuat.

tapi kenapa? aku lebih banyak butuh orang tua ketika lagi susah.  aku butuh


seumur hidup semua anak tidak akan mungkin dapat membalas jasa sang ibu.
aku ingin jadi orang yang sukses karena kau nggak mau kelak nanti ibu akan terus kerja keras untuk ku .seperti nenek nenek tua yagng selalu bekerja keras berjualan.
yang aku ingin ibu kelak nanti hanya duduk menikmati kesuksesan ku sebagai orang . dan saat aku sudah besar aku ingin menjadi ibu yang seperti ibu.

terimakasih ibu aku bangga dengan ibu









Tidak ada komentar:

Posting Komentar